Mahasiswa UBK Anggap 4 Pilar Kebangsaan Sesatkan Makna Pancasila

Ahmad Fauzan Sazli

Ilustrasi empat pilarJAKARTA, KabarKampus – Gagasan “Empat Pilar Kebangsaan” yang dipopulerkan Taufiq Kiemas, ketua MPR RI di tolak oleh Mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK). Mahasiswa menganggap Empat Pilar Kebangsaan yang merupakan perwujudan dari Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika tersebut telah membuyarkan makna dan implementasi pancasila.

Nasir, mahasiswa Fisip UBK menjelaskan bahwa Sukarno sebagai salah satu perumus pancasila dalam pidatonya pada 1 Juni 1945 pernah mengatakan bahwa, pancasila sebagai philosofische grondlag, yaitu sebuah fundamen, filsafat, pikiran yang sedalam-dalamnya untuk diatasnya didirikan gedung Indonesia yang kekal abadi. Sementara Pilar itu artinya adalah tiang penguat, dasar, pokok atau induk.

“Dengan memasukkan Pancasila dalam Empat Pilar Kebangsaan telah mengaburkan dan menyesatkan makna dan pengertian Pancasila sebagai falsafah dan ideologi bangsa,” kata Nasir kepada KabarKampus, Senin, (03/06/2013).

Untuk itu menurut Nasir, bahwa penggunaan kosa kata empat pilar selain telah menghabiskanAPBN untuk sosialisasinya, empat pilar juga menimbulkan persoalan politik, sosial bahkan dapat ditenggarai sebagai penyimpangan anggaran dan pelanggaran hukum.

Sementara itu, Afditya yang juga mahasiswa Fisip UBK menambahkan, bahwa Pancasila adalah dasar negara yang sudah mencakup semuanya (NKRI, UUD 1945, dan Bhinika Tunggal Ika). Karena itu mereka menolak pancasila dimasukkan dalam empat pilar kebangsaan yang diwacanakan oleh MPR RI.

“Jika empat pilar ini dibiarkan, maka regulasi-regulasi pemerintah tidak akan pro rakyat. Dan akan melahirkan regulasi yang mementingkan kaum kapitalis,” ujar Afditya.[]

 

Komentar Kita

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.